Jumat, 17 Oktober 2008

burn the ship

Bakar perahu

Seorang komandan perang telah berlabuh di daerah musuh. Setelah semua pasukan turun , sang komandan memerintahkan untuk menepikan semua perahu. Dalam hati para prajurit tersimpul harapan, wah kalo nanti menang, kita bisa langsung pulang nich, tapi kalo kita kalah , kita masih punya perahu untuk lari. Setelah semua kapal menepi, sang komandan berkata dengan lantang : “Bakar semua Perahu !”. hahh…begitulah reaksi para prajurit. Mereka tahu, jika mereka menang , maka mereka akan selamat, namun jika mereka kalah, mereka akan binasa , dan tidak bisa berjumpa lagi dengan keluarga. Di antara keragu-raguan yang muncul, mereka mematuhi perintha itu, kemudian dengan berat hati mereka membakar semua perahu sampai habis. Suara sang komandan pun menggelegar memecah keheningan, “wahai seluruh prajuritku,kita sudah berada di daerah musuh,dan saat ini sudah tidak ada lagi tempat untuk lari. Mengalah dan mati sia-sia, atau berjuang dengan penuh semangat dan meraih kemenangan. Wahai prajuritku…kobarkan semangatmu, kuatkan keyakinanmu….kita pasti menang, kita akan pulang dan beremu dengan keluarga kita membawa kabar gembira, sebuah cerita yang akan dikenang sepanjang masa.” Mendengar sang komandan memberikan nasehat, semangat para prajurit terasa menggelora, dan siap membakar segala yang menghalanginya. Akhirnya mereka berjuang dengan penuh semangat dan keyakinan. Ketakutan terbesar yg bersemayam dalam diri mereka sudah mati berganti keyakinan untuk menang.

Kemenangan akhirnya digenggam, luka-luka yang menganga tak terasa, rasa puas dan bahagia menyelimuti suasana saat itu. Terbayang dibenak mereka, senyuman bangga keluarga mereka. Kisah perjuangan terindah yang wariskan selama turun temurun, sebuah kisah yang tidak akan bisa diceritakan senandainya mereka mundur dari medan laga, karena rasa takut dan khawatir masih menyelimuti hati mereka. Terima kasih komandan, engkau telah membuka cakrawala kami, engkau telah menguatkan dan mengobarkan keyakinan kami, sehingga kami tidak mati oleh kekhawatiran dan ketakutan yang tak beralasan, namun sebaliknya, engkau tunjukkan kepada kami untuk mempertaruh segalanya untuk sebuah kemenangan sejati.


Hikmah :::

  1. Musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri, rasa was-was dan ragu-ragu yang tak mendasar

  2. Tetapkan tujuan yang akan diraih, lihatlah kemenangan itu, rasakan kebahagiaan ketika berhasil meraihnya, kemudian wujudkan tujuan itu dengan segera

  3. Menunda adalah awal kematian, seandainya prajurit itu menunda untuk menebaskan pedangnya, maka ia yang akan ditebas oleh musuh.

  4. Pertaruhkan segalanya dalam berusaha, jika hendak meraih kesuksesan

  5. Engkau seperti apa yang engkau pikirkan. Jika berpikir akan meraih kemenangan , niscaya engkau akan mendapatkan kemenangan.

Tidak ada komentar: